Jumat, 03 Mei 2024

Selain membuang Hajat, Inilah kegunaan WC jongkok yang mulai terancam keberadaannya



Bagi masyarakat, umumnya fungsi WC jongkok adalah sebatas tempat pipis dan BAB saja. Namun, orang- orang tertentu tidak beranggapan demikian. Boleh jadi bagi mereka WC jongkok adalah singgasana yang dapat memberikan perasaan lega, tenang, dan fresh ketika sedang berada diatasnya.

Kendati demikian, kesederhanaan dan kebersahajaan WC jongkok terancam ditinggalkan karena tuntutan zaman. Setidaknya terdapat dua barang kekinian yang menjadi ancaman serius bagi eksistensi dan fungsi WC jongkok, yaitu WC duduk dan ponsel pintar. Adapun penjelasan terkait masing- masing barang berikut akan dipaparkan di sub-bab berikut ini.

Kehadiran WC duduk yang sebetulnya tidak penting- penting amat

Berdasarkan analisis dan pengamatan pendek penulis, pemilihan WC duduk sebagai tempat buang air di kamar mandi sebenarnya lebih ke arah gengsi daripada fungsi. Hal ini dapat dikuatkan dengan fakta bahwa di tempat- tempat seperti Mall, Sekolah besar, bioskop dan bandara terlebih bertaraf internasional akan sangat jarang ditemukan WC jongkok, seakan- akan seperti ada kebanggaan tersendiri apabila sebuah tempat menggunakan WC duduk.

Padahal tidak demikian, Masyarakat umum justru akan lebih memilih menggunakan WC jongkok jika memang tersedia opsi tersebut. Namun, apabila tidak, para pengguna bisa jadi akan nekat untuk jongkok di WC duduk. Barangkali yang menjadi alasan mereka adalah "kenyamanan", atau boleh jadi “kebiasaan” jongkok ketika buang air. Dengan adanya fenomena ini, seharusnya penyedia fasilitas lebih bijak dalam mempertimbangkan fungsi, bukan sekedar gengsi.

Dampak ponsel pintar terhadap fungsi WC jongkok

Selain WC duduk, kehadiran ponsel pintar juga dirasa mengganggu idealisme fungsi WC jongkok. Fungsi yang dimaksud disini bukanlah pada fungsi primer WC jongkok sebagai tempat pipis dan buang air besar, melainkan pada fungsi sekunder yang sifatnya tidak selalu terjadi pada setiap orang.

Sebagian orang beranggapan bahwa Buang Air Besar dengan WC duduk adalah momen otak untuk bekerja lebih cepat, sehingga tidak jarang mereka menemukan suatu inspirasi ketika sedang jongkok di kamar mandi. Tentu saja momen ini tidak akan dirasakan bagi mereka yang buang air besar di WC duduk.

Kehadiran ponsel pintar menyebabkan momen kontemplasi ketika buang air besar menjadi terganggu. Ini disebabkan karena waktu yang sebelumnya digunakan untuk kontemplasi ini bergeser menjadi momen main game atau sekedar scrolling- scrolling media sosial.

 Sebenarnya, pengaruh terbesar ada pada setiap individu seseorang, Namun tetap saja kehadiran ponsel pintar mempengaruhi budaya finding inspiring ini. output seseorang yang sebelumnya merasakan lega dan menemukan inspirasi baru, akan berubah menjadi rasa lega yang disertai sedikit pegal- pegal karena terlalu lama jongkok.

WC jongkok adalah kenyamanan yang tidak dapat dibeli

                WC jongkok adalah suatu anugrah dari tuhan yang perlu dijaga kelestariannya. Pasalnya, kemajuan dan perkembangan zaman yang tidak dapat dielakkan ini berdampak pada eksistensi WC jongkok di dunia modern. Apabila terjadi hal seperti ini, maka bukan hal yang mustahil apabila akan bermunculan keresahan- keresahan sosial yang baru.

                Bayangkan, seseorang pecinta WC jongkok hendak Buang Air Besar. Namun sepanjang sepencahariannya, ia tidak menemukan WC jongkok. Akhirnya ia menahan untuk tidak Buang Air Besar saat itu. Tentu saja hal ini akan berdampak pada kesehatannya. Lebih buruknya, pelaku tidak kuat lagi menahan dan malah mengeluarkan isi perut di bukan pada tempatnya.

                Maka, fenomena terkait WC yang mungkin dianggap sepele oleh sebagian orang, perlu ditindaklanjuti lebih serius. Hal ini diharapkan agar apa yang dianggap sebagai ketakutan- ketakutan masyarakat luas tidak terjadi, dan Masyarakat tidak perlu dihantui dengan langkanya WC Jongkok.

WC jongkok sejatinya adalah benda sederhana yang biasa- biasa saja. Namun dengan nongkrong diatasnya sambil mencari inspirasi adalah suatu kenyamanan yang tidak dapat dibeli, kesahajaan yang tidak dapat diganti, dan kebahagiaan tersendiri bagi siapapun pecintanya.

 

 

Berebut menyeduh kopi hitam