Nama lengkap Imam Muslim adalah
Abu al-Hasan Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi al-Naisaburi.
Beliau dilahirkan pada tahun 204 H=206 M (referensi lain menyatakan tahun 206 H.) di Naisabur, sebuah kota kecil di Iran bagian timur laut. Karenanya
beliau dinisbatkan terhadap nama kota tersebut (al-Naisaburi). Nama al-Qusyairi
juga merupakan nisbah terhadap nasab (silsilah keturunan) yaitu Qusyair bin Ka’ab
bin Rabi’ah bin Sha’sha’ah suatu keluarga bangsawan.
Rihlah keilmuan Imam Muslim
Di
usia 10 tahun, Muslim kecil sering datang berguru pada Imam Ad Dakhili, seorang
ahli hadis di
kotanya. Setahun kemudian, Muslim mulai menghafal hadis dan berani mengoreksi kekeliruan gurunya
ketika salah dalam periwayatan hadis. Sejak usia kurang lebih 12 tahun Muslim lebuh serius lagi dalam
mempelajari dan mencari hadis.
Di dalam beberapa sumber dikatakan, Muslim pernah
pergi ke Khurasan untuk berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih. Di Ray ia berguru kepada Muhammad bin Mahran, Abu
‘Ansan, Abu Gasan dan lain-lain. Pada rihlahnya ke Makkah untuk menunaikan haji
220 H, Muslim bertemu dengan Qa’nabi,- muhaddits kota ini-untuk belajar hadis
padanya.
Selain itu Muslim juga mengunjungi ulama-ulama yang masyhur lainnya untuk
belajar hadis pada mereka. Di Hijaz ia belajar kepada
Sa’id bin Mansur dan Abu Mas’ab. Di Irak Muslim belajar hadis kepada Ahmad bin
Hanbal dan Abdullah bin Maslamah. Di Mesir, Muslim berguru kepada ‘Amr bin Sawad dan
Harmalah bin Yahya dan
ulama-ulama hadis lainnya. Termasuk ke Syam, Muslim banyak
belajar pada ulama hadis kota itu.
Berkat kegigihan dan kecintaannya pada hadis, Imam Muslim
tercatat sebagai orang yang dikenal telah meriwayatkan puluhan ribu hadis.
Muhammad Ajaj Al Khatib, guru besar hadis pada Universitas Damaskus, Syria,
menyebutkan, hadis yang tercantum dalam karya besar Imam Muslim, Shahih
Muslim, berjumlah 3.030 hadis tanpa pengulangan. Bila dihitung dengan
pengulangan, lanjutnya, berjumlah sekitar 10.000 hadis.
Sedang menurut Imam Al Khuli, ulama besar asal Mesir, hadis
yang terdapat dalam karya Muslim berjumlah 4.000 hadis tanpa pengulangan, dan
7.275 dengan pengulangan. Jumlah hadis yang ditulis dalam Shahih Muslim
merupakan hasil saringan sekitar 300.000 hadis. Untuk menyelesaikan kitab
Sahihnya, Muslim membutuhkan tidak kurang dari 15 tahun.
Guru dan murid Imam
Muslim
Usman bin Abi Syaibah, Abu Bakar bin Syaibah, Syaiban bin
Farukh, Abu Kamil al- Juri, Zuhair bin Harab,
’Amar an-Naqid, Muhammad
bin Musanna, Muhammad bin Yasar, Harun bin Sa’id al-Aili, Qutaibah
bin sa’id dan lain sebagainya.
Adapun diantara murid-murid Imam Muslim adalah Abu Hatim
ar-Razi, Musa bin Harun, Ahmad bin Salamah, Abu Bakar bin Khuzaimah, Yahya bin
Said, Abu Awanah al-Isfarayini, Abi isa at-Tirmidzi, Abu Amar Ahmad bin
al-Mubarak al-Mustamli, Abul Abbas Muhammad bin Ishaq bin as-Sarraj, Ibrahim
bin Muhammad bin Sufyan al-Faqih az-Zahid.
Diantara Karya-karya
Imam Muslim
Selama Hidupnya, Imam Muslim menghabiskan banyak waktunya
untuk mempelajari Ilmu Agama dan menuliskannya dalam menjadi sebuah karya,
selain shahih Muslim, beberapa kitab lain yang merupakan karyanya, yaitu
1). Al-Musnadul Kabir Alar Rijal, 2). Kitab al-Asma’ wal
Kuna, 3). Kitab al-Ilal, 4). Kitab al-Aqran, 5). Kitab Sualatihi Ahmad bin Hanbal, 6). Kitab
al-Intifa’ bi Uhubis Siba’, 7). Kitab al-Muhadramain, 8). Kitab Man Laisa
Lahu illa Rawin Wahidin, 9). Kitab Auladus Sahabah, 10). Kitab Auhamul
Muhadisin.
Akhir hayat Imam Muslim
Muslim wafat pada hari Ahad sore, dan di makamkan di
kampung Nasr Abad daerah Naisabur pada hari Senin, 25 Rajab 261 H (Refrensi lain menyebutkan 4 Rajab)/ 5 Mei 875 M dalam usia 55 tahun. Kendati Imam Muslim telah hidup, namun Namanya
tetap dikenal berkat kitab-kitab yang dituliskannya. Semoga pahala jariyah
selalu mengalir kepadanya.
